Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Dwi Dea Anggraini memimpin patroli subuh Ramadhan,sasarannya adalah titik rawan kerumunan remaja,dan tempat – tempat yang dianggap berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas.

Sekitar pukul 07.30 WITA, petugas mendapati sekelompok anak-anak dan remaja berkumpul di ruas jalur dua, dari seputaran klenteng hingga depan SMK Negeri 2 Bitung. Mereka diduga melakukan aksi balap liar atau trek-trekan.

Personil satlantas kemudian melakukan pendekatan persuasif namun tegas, ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam operasi tersebut petugas mendapati sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen resmi yaitu surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta menggunakan knalpot tidak sesuai standarisasi (knalpot brong) sepeda motor kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolres untuk proses lebih lanjut.

Kasat Lantas AKP Dwi Dea Anggraini menegaskan patroli subuh akan digelar sepanjang bulan Ramadan, sebab waktu subuh sampai jelang pagi sering dimanfaatkan untuk tindakan yang melanggar hukum.

“Kami berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya pada momentum Ramadan. Patroli subuh ini merupakan langkah preventif agar tidak terjadi kecelakaan maupun gangguan kamtibmas,” Ujar kasat dalam keterangannya. Kamis (19/02/2026)

Kasat juga mengingatkan bahwa aksi balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan beresiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

“Balap liar bukan hanya melanggar aturan, tetapi sangat berbahaya. Potensi kecelakaan fatal selalu mengintai, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Kasat turut mengajak peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada waktu-waktu rawan menjelang subuh.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan anak-anaknya, Jangan sampai momen Ramadhan justru disalahgunakan untuk kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong generasi muda untuk memanfaatkan bulan suci dengan kegiatan positif.

“Keselamatan adalah yang utama, mari kita ini waktu Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib serta Kota Bitung yang aman,” pungkasnya.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus memperkuat kesadaran disiplin di kalangan remaja selama bulan Ramadan.

(Tim)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *