Lensa Nusantara News || Manado – Mengawali Tahun 2026 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Manado mulai Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),untuk Bidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),Melalui Kepala Bidang Pelayanan PBB dan BPHTB Florentino C.Manalaysay S.T. Menyebutkan akan adanya rencana Relaksasi. Saat Wawancara singkat media ini di salah satu ruang Kantor Bapenda “Kalau dari kami bidang PBB dan BPHTB rencana setelah penetapan PBB 2026,Akan diberikan Relaksasi dan sementara ini kami sedang membuat kajian yang lebih di fokuskan kepada masyarakat miskin yang tidak mampu,tapi datanya berdasarkan penggolongan (Desil) dari Dinas Sosial,yang sinkron dengan kementerian,jadi data tersebut bukan ditentukan Oleh kami”.Ungkapnya.Senin (02/02/2026) Rencana ini akan menjadi momentum untuk mengoptimalkan Pajak Daerah,mengingat pajak merupakan salah satu tulang punggung untuk membiayai Pembangunan dan Pelayanan Publik. Lebih lanjut ia juga menambahkan “Nantinya Data yang Kami dapat akan dicocokkan ke kelurahan,kepala lingkungan untuk disurvey,apakah di data ini masyarakat yang memiliki rumah dan memang tidak mampu layak untuk di berikan pembebasan Pajak”,tambahnya. Masyarakat juga sudah di mudahkan dengan pembayaran secara online,melalui indomaret,alfamart,tokopedia dan lain-lain,cukup dengan memperlihatkan nomor objek Pajak (NOP) dan selanjutnya dibayarkan. Melihat tren kepatuhan masyarakat membayar pajak dalam beberapa tahun terakhir dengan capaian yang maximal,tahun 2026 ini diharapkan bisa tercapai,tingkat partisipasi masyarakat tercatat terus meningkat bahkan pada tahun sebelumnya telah berada di angka 80 persen. Mengakhiri wawancara,kabid memberikan himbauan “Kepada seluruh masyarakat untuk membayar tepat waktu agar menghindari sanksi administrasi,agar supaya penggunaan dana bisa digunakan secara efektif dan efisien”.Tutupnya. (ianRZ) Berita ini dibaca : 19 Navigasi pos Bapenda Manado Maksimalkan Target PAD 2026 Serah Terima Pejabat Hukum Tua Raanan Lama Modi Sengkey “saya tegak lurus dengan aturan”