Lensa Nusantara News || Manado – Polresta Manado berhasil menyita minuman keras jenis Cap Tikus yang berjualan tanpa izin,Kinerja luar biasa ditunjukkan Sat Narkoba dibawah kepemimpinan Kepala Satuan (Kasat) AKP Hilman Muthalib. Razia Dilakukan di area yang sering terjadi tindak kriminal,dalam bulan Januari 2026,Sat Narkoba menyita sekitar 800 liter Cap Tikus di tempat-tempat yang berjualan tanpa izin. Ini juga merupakan langkah Polresta Manado dibawah kepimimpinan Kombes Pol Irham Halid,untuk meminimalisir angka kriminalitas. Dalam wawancara diruangannya,Jumat (30/01/2026) Kasat mengungkapkan “ini adalah bukti bahwa polisi benar-benar bekerja,dan melalui teman-teman wartawan,informasi ini bisa disampaikan lewat media online ke seluruh masyarakat,kami terus berupaya memberantas penjualan minuman keras tanpa izin”,Ungkapnya. Cap Tikus hasil sitaan akan disidangkan,Menurut Kasat “rencananya kami akan melakukan sidang tipiring,berkoordinasi dengan Pemkot Manado,masing-masing pemilik akan kami panggil untuk klarifikasi kembali barang sitaannya,berkas yang sudah siap akan kami sidangkan,tujuannya untuk menghindari image dari masyarakat bahwa barang bukti disalah gunakan oleh oknum polisi”,tambahnya. Adapun kegiatan lain yang dilakukan Sat Narkoba Polresta Manado yaitu Program Safari Kamtibmas. “bagi anggota yang memiliki keahlian khusus dibidang keagamaan,contohnya anggota beragama muslim yang memiliki kemampuan bisa menjadi khatib,maka pada Shalat Jumat dia bisa membawakan khotbah materi tentang Narkoba,Kenakalan Remaja,berlalu lintas yang baik,Begitupun dengan anggota beragama nasrani yang bisa berkhotbah di gereja,ia akan membawakan materi yang sama pada hari minggu”Jelasnya. Keberhasilan pihak kepolisian tak lepas dari peran serta masyarakat untuk memberikan informasi atau laporan tentang gangguan Kamtibmas. Berita ini dibaca : 62 Navigasi pos SURAT TERBUKA PPWI : Desakan Investigasi Pelanggaran HAM dan Maladministrasi Hukum Terhadap Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Skandal Mafia Tanah di Boalemo,Pemdes Molombulahe Diduga Caplok Aset Keluarga Nalole