Lensa Nusantara News || Manado,– Usulan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, terkait penurunan suku bunga kredit ASN resmi disetujui oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo 2026,ini merupakan Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Umumnya kredit ini ditujukan untuk PNS /ASN yang penyaluran gajinya melalui Bank SulutGo (BSG) dan suku bunga kredit yang diterapkan Bank SulutGo merupakan salah satu yang tertinggi se Indonesia,dan ini sangat “menyiksa” kalangan ASN.

Bupati Sangihe Michael Thungari mengapresiasi kebijakan Gubernur Sulut,Ia menyampaikan rasa terima kasihnya melalui akun media sosial. “Saya mengapresiasi Pak Gubernur atas persetujuannya terhadap usulan penurunan suku bunga kredit ASN. Ini menjadi langkah strategis untuk meringankan beban finansial ASN di tengah meningkatnya kebutuhan hidup,” tulisnya dalam akun media sosial pribadi.

Keputusan ini menjadi terobosan penting dalam perbankan daerah,diharapkan memberi ruang lebih bagi ASN dalam mengatur keuangan keluarga, sekaligus menjadi angin segar bagi perekonomian regional. Tidak hanya ASN di Sangihe, kebijakan ini berlaku secara luas di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Selain kebijakan penurunan bunga kredit ASN, RUPS Bank SulutGo 2026 juga membahas sejumlah poin strategis lainnya, antara lain:Dukungan pembiayaan bagi koperasi dan BUMD yang telah memiliki legalitas.

Koordinasi penempatan pimpinan cabang dan rekrutmen pegawai bersama kepala daerah setempat.Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas Bank SulutGo untuk memperkuat peranannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat luas.

Seperti diketahui, dalam RUPS LB beberapa waktu lalu, terungkap PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) membukukan laba bersih Rp176,19 miliar di kuartal III 2024. Raihan laba bersih itu susut 13,83 persen year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp204,47 miliar.

Terkontraksinya laba bersih bank yang dipimpin Revino M. Pepah sebagai direktur utama ini, disebabkan kenaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan (BOPO).

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, per September2024 BOPO Bank SulutGo berada di level 85,24 persen, atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 81,65 persen. Kenaikan BOPO tersebut salah satunya disebabkan pos beban tenaga kerja yang naik 11,25 persen menjadi Rp547,77 miliar.

Untuk total aset Bank SulutGo pada September 2024 juga mengalami kenaikan 3,1 persen menjadi Rp21,5 triliun dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,85 triliun.

Sementara, rasio-rasio keuangan lain terbilang sangat baik. Return of asset (ROA) dan return of equity (ROE) Bank SulutGo masing-masing berada di level 1,39 persen dan 13,69 persen. Sedangkan loan to deposit ratio terjaga di level 76,28 persen.

(**)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *